Ibu, sebuah kata yang singkat terdiri dari 3 huruf, namun
memiliki arti yang menurut saya tidak bisa di definisikan secara harfiah. Mengapa
demikian? Karena dibalik kalimat ibu, terdapat seseorang yang menurut saya
tidak bisa dijelaskan dan digambarkan oleh kalimat apapun. Seseorang yang dimaksud tersebut adalah seorang wanita
yang sangat mulia, yang rela mengorbankan apapun yang dimilikinya termasuk rela
mempertaruhkan nyawanya untuk anak yang kelak akan dilahirkannya. Ibu adalah
sosok manusia yang rela berkorban dan berjuang tanpa pamrih, membesarkan anak
yang dimilikinya dengan sepenuh hati tanpa keterpaksaan dan tak pernah mengeluh.,
menyayangi tanpa ada batasnya dan derajat seorang ibu jauh tak tertandingkan
dibanding ayah. Pernah suatu kesempatan Rasulullah SAW bersabda ketika seorang
laki-laki menemui beliau dan bertanya, “wahai Rasulullah, siapakah yang harus
saya taati?” Rasulullah menjawab “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi “kemudian
siapa lagi wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Ibumu”. Dan laki-laki tersebut bertanya lagi
“kemudian siapa lagi?” rasulullah menjawab “Ibumu”. Laki-laki itu pun bertanya
lagi “kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Ayahmu”.
Surga pun terletak di bawah telapak kaki ibu, karena ridho tuhan ada pada sosok
ibu. Tapi terkadang kita tidak menghargai sosok ibu, ketika sedang bersama
kekasih atau pacar kita selalu ingin memberikan segalanya untuk dia, akan
tetapi terkadang jika ibu kita menyuruh untuk melakukan sesuatu tak jarang kita
masih mengeluarkan kata “AH” dari mulut, walaupun begitu ibu masih tetap
memaafkannya. Saya sendiri secara pribadi sampai saat ini pun belum bisa membahagiakan
ibu saya, akan tetapi saya berjanji dan bertekad suatu saat nanti ibu saya akan
bangga pada saya. Sayangi, cintai dan hormati ibumu, niscaya ridho tuhan akan
menghampirimu dan hidupmu akan penuh berkah baik di dunia maupun di akhirat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar